Dehidrasi selama berpuasa sangatlah berbahaya bagi kesehatan,
dikarenakan kebutuhan tubuh akan cairan yang cukup tinggi setiap harinya
yaitu rata-rata 8 gelas per hari. Kekurangan cairan apalagi saat
berpuasa, dapat menyebabkan kondisi tubuh lemas dan tidak berfungsi
optimal.
Segera ganti cairan tubuh yang hilang saat menjalankan ibadah puasa, dengan menerapkan metode '2+4+2'.
Metode ini menerapkan cara meminum 2 gelas air putih pada saat berbuka,
4 gelas air putih ketika akan tidur, dan 2 gelas air putih saat makan
sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan per hari.
Selain itu,
konsumsi makanan berserat tinggi dan hindari beraktivitas terlalu
melelahkan atau di bawah terik matahari agar tubuh tidak merasa lemas
berlebihan.
Mengabaikan hal-hal ini tentunya akan membuat kondisi
tubuh mengalami risiko dehidrasi parah. Sebuah informasi yang saya kutip
dari laman Halo Sehat menjelaskan risiko-risiko seseorang kekurangan cairan seperti di bawah ini.
1. mudah kelelahan dan mengantuk
Air berfungsi untuk menjaga agar metabolisme di dalam tubuh tetap
berjalan dengan baik. Ketika seseorang kekurangan cairan, tubuh akan
meresponnya dengan perasaan yang cepat lelah, mata berkunang-kunang,
rasa kantuk yang kuat dan menguap.
2. masalah pada sistem pencernaan
Air berfungsi membantu proses pencernaan di dalam tubuh, sehingga
kurangnya cairan akan dapat menyebabkan lambung dan usus bekerja lebih
berat. Beberapa gejala yang kerap muncul adalah diare, susah BAB, susah
BAK, perut terasa sakit hingga kram.
3. kulit terlihat tidak bercahaya
Air menjaga agar tubuh tetap terasa segar. Seseorang yang kekurangan
cairan dapat dengan mudah dikenali dari pancaran wajah dan warna kulit
yang terlihat lebih kusam atau tidak bercahaya.
4. Fungsi ginjal mengalami gangguan
Umumnya organ tubuh yang diserang terlebih dahulu ketika seseorang
kekurangan cairan adalah ginjal. Organ ini bertugas menyaring
racun-racun di dalam darah dan kemudian mengeluarkannya dalam bentuk air
seni. Jika kekurangan cairan berlangsung dalam jangka lama, dapat
menurunkan kemampuan ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.
5. Konsentrasi yang menurun
Air juga sangat mempengaruhi kemampuan otak dalam berpikir. Karenanya
seseorang yang mengalami kekurangan carian akan mengalami kesulitan
berkonsentrasi, mudah lupa, benggong dan kerap melakukan kesalahan.
6. Halusinasi
Seseorang yang kerap mengalami kekurangan cairan juga mudah mengalami
halusinasi atau fatamorgana di manaia seakan-akan melihat sesuatu yang
nyata padahal sebetulnya tidak ada.
7. radang tenggorokan
Rasa haus adalah sinyal bahwa tubuh kita membutuhkan tambahan air.
Ketika ditunda, tenggorakan akan meresponnya dengan perasaan kering
hingga mengalami radang tenggorokan
8. air seni berwarna pekat
Sangat mudah mengetahui apakah seseorang mengalami dehidrasi atau tidak,
lewat warna urine yang dikeluarkan. Ketika berwarna coklat pekat, maka
seseorang positif mengalami kekurangan cairan. Dalam jangka lama
tentunya hal ini tidak baik bagi kandung kemih dan organ ginjal.
9. iritasi pada kandung kemih
Jika Anda kerap mengalami dehidrasi, maka jangan kaget jika
sewaktu-waktu Anda mengalami sakit saat kencing. Kencing yang sakit
adalah tanda bahwa kandung kemih Anda atau saluran uretra Anda sudah
mengalami infeksi.
Ketika sedang menjalankan ibadah puasa,
waspadai tanda-tanda tubuh Anda kekurangan cairan. Selain mengonsumsi
air putih penuhi juga kebutuhan cairan lewat konsumsi buah dan sayuran
segar yang mengandung banyak air seperti melon, semangka, blewah, tomat,
selada, kubis, pear, mentimun, jambu air, jeruk, dan sebagainya. Semoga
dengan selalu menjaga cairan tubuh, puasa Anda berhasil dan mampu
mendatangkan manfaat bagi tubuh jasmani serta rohani Anda.