Pengalaman ini saya alami sekitar 2 tahun lalu. Waktu itu 3 hari sebelum
tahun baru 2012, pada pagi hari sekitar pukul 01:30 saya tiba-tiba
terbangun dari tidur, ketika ingin duduk di tempat tidur saya mendapati
tiba-tiba jantung saya berdebar sangat kencang, saya merasa panik karena
disertai dengan napas yang terengah-engah. Semua orang sedang tertidur
pulas.
Di tengah kepanikan dan berusaha sekuat tenaga agar tetap
tersadar saya mencoba mengatur napas, saya mengira bahwa ini mungkin
akhir hidup saya. Setelah saya dapat menguasai situasi, saya berjalan ke
arah kamar orang tua saya dan berusaha membangunkan mereka dan
memberitahu apa yang sedang saya alami. Selama serangan tersebut saya
tidak mengalami rasa sakit atau tertekan di dada sebelah kiri saya,
hanya jantung berdenyut tidak teratur disertai dengan napas yang
terengah-engah. Setelah kejadian pada pagi hari tersebut saya kemudian
kembali tertidur.
Berselang sekitar 2 bulan sejak serangan jantung berdebar pertama saya,
pada akhir bulan Februari 2012 sekitar jam 21:00 saya kembali mengalami
kejadian serupa yaitu jantung berdebar disertai napas terengah-engah.
Orang tua saya memanggil seorang dokter yang tinggal di dekat rumah
kami, dokter tersebut kemudian melakukan tindakan dengan mengecek
tekanan darah saya dan memang diketahui tekanan darah saya tidak normal,
dia kemudian memberi saya obat penenang dan tetap berusaha mengenali
penyakit saya. Setelah saya tenang dia kemudian merekomendasikan agar
keesokan paginya saya pergi ke rumah sakit dan melakukan general cek up.
Keesokan harinya saya melakukan apa yang diperintahkan dokter tersebut
dengan sebelumnya melakukan puasa. Setelah saya menerima hasil cek up
keseluruhan tubuh saya, saya mendapati bahwa semua fungsi organ tubuh
saya masih dalam batas normal, artinya tidak ada hal-hal yang perlu
dikhawatirkan termasuk hasil cek ECG jantung saya juga masih dalam batas
normal. Hasil pemeriksaan laboratorium itu kemudian saya bawa ke dokter
yang menangani saya pada malam hari tersebut Dokter tersebut juga
menjelaskan kepada saya bahwa hasil pemeriksaannya bagus semua.
Pertanyaan dalam benak saya adalah apa yang sudah terjadi dengan jantung
saya selama 2 kali serangan tersebut. Dokter tersebut tidak dapat
menjelaskan.
Selang satu bulan pada pertengahan Maret, pada sore hari saya mengalami
serangan jantung berdebar yang ketiga kalinya. Kali ini serangan
sepertinya yang terberat karena saya sudah tidak bisa berjalan apalagi
untuk sekedar duduk di tempat tidur. Kaki saya juga terasa sangat dingin
dan serangan tersebut berlangsung cukup lama dibandingkn dengan dua
serangan terakhir. Karena masih sore hari orang tua saya dan
saudara-saudara saya memutuskan untuk membawa saya ke UGD rumah sakit
setempat. Setibanya di UGD saya langsung ditangani oleh para dokter yang
sedang berjaga. Sewaktu di rumah sakit, jantung berdebar saya sudah
agak reda, para dokter memasang peralatan ECG pada dada saya dan
memantau detak jantung saya. Pada hari itu saya diminta untuk menginap
selama semalam di ruang UGD. Esok harinya dokter UGD yang menangani saya
membolehkan saya pulang dan kembali meminta saya beristirahat, namun
meminta saya untuk puasa karena keesokan harinya diminta untuk kembali
melakukan cek up menyeluruh. Saya melakukan apa yang disarankan oleh
dokter dan setelah memperoleh hasil cek up saya kembali ke dokter UGD.
Hasil cek up pertama dan kedua saya bawa semuanya. Setelah membandingkan
hasil dua kali cek up dari laboratorium yang berbeda dokter UGD
tersebut mendapati kesimpulan bahwa yang saya alami adalah sebuah
kelainan jantung yang disebut ARITMIA, kondisi yang diakibatkan oleh
sebab psikis karena stres. Stres menyebabkan denyut jantung tidak
teratur akibatnya suplai darah jadi terganggu yang disertai dengan napas
terengah-engah. Dokter UGD menyarankan saya untuk mengunjungi poli
saraf karena fungsi organ saya dalam kondisi baik. Kondisi kolesterol
jahat juga dalam ambang batas normal sehingga tidak ada penyumbatan pada
jantung saya
Setelah kejadian tersebut dan dua tahun telah berlalu saya sudah tidak
lagi mengalami serangan jantung berdebar. Saya memutuskan menulis
pengalaman saya ini karena ingin mengajak semua orang untuk peduli
terhadap kesehatan jantung kita karena jantung adalah motor pengerak
utama kita. Agar tubuh kita dapat berfungsi dengan normal hendaknya kita
memberikan perhatian lebih terhadap salah satu anggota organ terpenting
kita ini. Agar jantung kita selalu sehat hendaknya kita melakukan
hal-hal berikut ini:
*Pola makan yang sehat
Pilihlah makanan-makanan yang sehat yang tidak mengandung lemak dan
kolesterol jahat seperti daging, gorengan. Pilihlah makanan yang
mengandung banyak serat seperti oats, sayur dan buah-buahan.
*Menjaga berat badan selalu normal
Obesitas hanya akan menekan jantung kita dan membuatnya bekerja lebih keras.
*Hindari Stress
Sama seperti yang saya alami stres dapat membuat beban kerja jantung
kita menjadi tidak normal, oleh karena itu sebisa mungkin hindarilah
stres karena stres hanya akan merugikan tubuh kita.
*Konsumsi makanan laut yang kaya akan lemak tak jenuh dan omega 3 serta
Makanan laut terkenal akan khasiatnya untuk kesehatan jantung, konsumislah makanan laut secara bijaksana dan tidak berlebihan.
*Olahraga
Olahraga yang ringan namun rutin akan jauh lebih bermanfaat daripada
olahraga berat namun tidak rutin atau teratur. Dengan olahraga dapat
melatih jantung kita agar kuat dan membuat pembuluh-pembuluh darah dalam
sekujur tubuh menjadi lancar.
*jangan merokok, minuman-minuman beralkohol, dan obat-obatan berbahaya
Zat-zat tersebut bukan untuk dikonsumsi tubuh kita. Zat-zat tersebut
direkomendasikan untuk pemakaian tubuh bagian luar dan di bawah
pengawasan dokter-dokter ahli dalam bidangnya.
*melakukan pemeriksaan umum secara berkala
Organ-organ di dalam tubuh kita ibarat mesin, perlu dilakukan
pemeriksaan secara berkala untuk memastikan fungsi-fungsinya berjalan
dengan optimal.
Dengan menyayangi jantung Anda dengan cara
bijaksana dalam memilih apa yang harus dan dihindari untuk dikonsumsi
akan membuat jantung Anda tetap berfungsi dengan baik. Kesehatan jantung
sangat penting, jangan sampai Anda menyesal kemudian jika fungsi
jantung Anda mulai menurun. Karena itu sebelum terlambat sayangilah
jantung Anda mulai dari sekarang.